Patrape Linggih Ing Basa Jawa

Patrape Linggih jika diartikan dalam bahasa Indonesia bisa berarti cara duduk. Untuk " Linggih" Sendiri artinya duduk. Jadi salah satu kegiatan yang paling utama dilakukan oleh manusia adalah duduk atau linggih dimanapun berada. Duduk atau linggih adalah sebuah kebutuhkan entah itu saat capek pasti akan mencoba untuk duduk dulu , atau sedang makan pasti adab yang baik adalah dengan linggih atau duduk. Di dalam bahasa jawa akan diidentifikasi seseorang  yang duduk dengan sebutan atau bahasa yang berbeda beda, dari identifikasi gaya duduk atau linggih ini dibagi menjadi 12 bahasa.  

Patrape Linggih Ing Basa Jawa
Foto illustrasi linggih/ duduk dari Pexels.com


Apa Arti Linggih Lenggah dan Lungguh?

Linggih - lenggah dan lungguh Berarti "duduk" Biasanya ada tiga bahasa yang dipakai dalam bahasa jawa yaitu kata linggih dan lungguh dari 2 kata ini perpedaanya adalah jika linggih lebih direuntukan untuk orang yang kita hormati atau tamu atau sedang mengajarkan anak kecil berbahasa jawa dengan baik bisa menggunakan kata linggih, dan kata lungguh kita peruntukan untuk aorang disekitar kita yang sudah sangat kita kenal dan akrab. karena kata lungguh bisa dibilang lebih kasar dari pada kata linggih yang lebih halus. kata lenggah biasa dipakai untuk menyuruh anak kecil dan orang yang dihormati untuk duduk

12 Patrape Linggih Ing Basa Jawa
  1. Ndheprok yaiku Linggih lemah sakenggon-enggone / duduk ditanah di sembarang tempat denagan cara mendadak
  2. Ndhodhok yaiku Linggih nanging bokonge ora kambah lemah / duduk jongkok
  3. Jegang yaiku Linggih sak kepenake dhewe / duduk sesukai hatinya
  4. Ngangir yaiku Mengurep sirahe njengengek (njunjung) / tengkurap dengan kepala diangkat keatas 
  5. Ngapurancang yaiku Linggih tangane ditangkebake
  6. Njengking yaiku Mengkureb bokonge dijongatake
  7. Ongkang-ongkang yaiku Linggih ing pinggiran sikile gumantung / uduk tapi kakinya menggantung
  8. Sila yaiku Linggih  sikile ditekuk ing ngarep / duduk bersila biasa
  9. Sila panggung yaiku Sila dhengkule di unggahake ( kaya silana para nyai ) / 
  10. Sila tumpang yaiku Sila sikile sing siji ditumpangake ing pupu liyane ( kaya silane dhalang ) seperti dalang saat duduk bersila
  11. Slonjor yaiku Linggih sikile kenceng maju siji utawa loro pisan / dudukselonjoran
  12. Sluku yaiku Linggih sikile slonjor, tangane tumumpang  pupu / duduk selonjor tangan diatas lutut

Belum ada Komentar untuk "Patrape Linggih Ing Basa Jawa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel atas

Iklan dalam artikel

Iklan Bawah Artikel