Yang Dimaksut Napeni Beras Dalam Bahasa Jawa dan Filosofinya

Filosofi Napeni beras

Napeni beras adalah pekerjaan rutin dari ibu rumah tangga. Napeni beras biasanya dilakukan oleh ibu-ibu rumah dari dulu, walaupun sudah mulai ditinggalkan cara ini karena memang caranya memang agak susah untuk dilakukan oleh ibu-ibu milenial. lagipula saat ini cara praktispun sudah banyak yang bisa dilakukan dengan alat-alat canggih. namun sebenarnya apa sih yang dimaksut dengan napeni beras ini.


Napeni beras merupakan bahasa jawa, napeni beras merupakan pekerjaan yang di lakukan oleh ibu-ibu dari jaman dulu biasanya, jarang sekali ada pria / lelaki yang bisa melakukan kegiatan ini. karena memang butuh skill tinggi dan mumpuni. Jangankan laki laki ibu-ibu perempuan saja sudah banyak yang tidak bisa melakukan napeni beras.


Tapi tidak masalah walaupun sekarang tidak banyak yang bisa. Ya itu mungkin memang karena pekembangan jaman sampai saat ini. Hal-hal yang praktis memamg dibutuhkan saat ini. Dan tentang napeni beras, yang kita sebagai pemuda dan pemudi milenial khususnya orang jawa jangan sampai lupa kebiasaan baik dari leluhur kita.


Napeni Beras

Napeni beras adalah kegiatan ibu rumah tangga sebelum memasak nasi. Yaitu sebelum beras dicuci beras dipilih dan dipisahkan dari kotoran seperti bekas kulit biji beras ataupu memisahkan beras yang masih utuh dengan atau bagus dengan beras yang hancur kalau dalam bahasa jawa disebut menir.


Cara yang dilakukan adalah dengan memakai tampah ( sebuah wahan tang berbentuk lingkar dibuat dari bambu ). Kemudian wadah itu diisi dengan beras. Dengan cara memutar dan melempar keatas. Mengoyangkan kenanan dan kesamping dengan tampah / nampah dan beras dibolak balik. Diputar agar bisa terkumpul beras yang bagus, bras yang jelek dll.


Filosofi Napeni Beras

Cara orang jawa napeni beras ini terdapat filosofinya bahwa manusia dengan segala sifatnya dan segala ujian dari sang pencipta. Nantinya akan terkumpul dari yang baik, Jahat, taat dan pahala yang diterima


Posting Komentar untuk "Yang Dimaksut Napeni Beras Dalam Bahasa Jawa dan Filosofinya"