Batas Garis


Sebuah pepatah yang terkenal menuliskan “ Manusia hanya berencana tapi tuhan yang menentukan”. Manusia memang selalu seperti mempunyai kuasa, sejuta keinginan selalu berada diangan, berusaha keras agar semuanya teraih. Semua tidak mudah untuk dilakukan. Ada yang berhasil, ada yang biasa saja ada juga yang justru tersungkur tanpa arah.

Ada sebagian oang yang sukses tanpa disengaja, ada yang sukses karena memang kerja kerasnya. Karena kita percaya takdir itu muncul dari sang kuasa, tapi bukan berarti manusia harus berdiam diri saja. Rejeki dan segala sesuatu sudah ditentukan tinggal bagaimana tuhan berkendak. Kita hanya manusia yang nantinya akan berada di titik garis terakhir.

Batas garis yang tidak pernah kita tahu  bagaimana hasilnya

Manusia memang ditakdirkan untuk mendapatkan sebuah cobaan, cobaan yang datang tidak hanya tentang kesusahan terkadang kesenangan dan kebahagiaanpun adalah sebuah cobaan yang justru akan membuat terlena.

Dalam hidup pasti akan mengalami tawa akan mengalami sedih semua akan datang pada waktunya, bagi sebagian orang hidup itu sangat mudah sekali dan bagi sebagian orang justru hidup itu sangat berat sekali. Semua berada di garis yang sangat dekat sekali. Semua orang menutupi ada yang senng justru memperlihatkan kesedihan ada yang sedih justru memperlihakan kesenanganya. semua dilakukan dengan tujuan tertentu.

Hidup saat ini memang seperti selalu memakai topeng ya kita hanya bisa lihat kehidupan seseorang dar apa yang di dapatkan saat ini, atau yang kita lihat saat ini. Siapa yang tahu kedepanya sebuah perjalanan hidup, semua hanya bermula dari mimpi dan angan-angan. Apakah akan berakhir persis seperti awal mimpi itu.

Seperti kutipan di awal manusia hanya berencana tuhan yang menentukan, kita sudah nyaman dan senang dengan apa yang kita dapat hari ini, sudah melalui momen-momen yang indah sedih senang semua dalami, banyak angan yang lebih besar yang juga ingin diraih kedepanya.

Namun dengan spersekian detik angan-angan yang sudah didepan matapun tiba-tiba hancur dengan berbagai macam permasalahan. Hal-hal yan semula ingin kita buktikan tiba-tiba menghilang dan surut dengan adanya sebab.

Batas garis antara sukses terpuruk seperti tidak ada batas dan jarak semua bisa berubah setiap saat, seperti halnya sebuah percintaan manusia yang kadang membuat hati seseorang sepersekian detik berubah, apa kuasa manusia hanya bisa merasakan, menikmati dan berusaha. hanya ada dua batas yang sering mejadi dilema manusia yaitu batas kesenangan dan batas kesedihan.

Belum ada Komentar untuk "Batas Garis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel atas

Iklan dalam artikel

Iklan Bawah Artikel