10 Tembang Mocopat Pangkur Paling Populer dan Artinya

Tembang Pangkur sendiri merupakan tembang yang bernuansa nasihat atau Pitutur, nasihat pertemanan, nasihat cinta. isi dari tembang pangkur kebanyakan adalah nasihat nasihat yang ditujukan kepada orang yang lebih muda atsu generasi muda.

Pangkur sendiri mempunyai arti mungkur/mundur atau mengundurkan diri mengambarkan fase kehidupan manusia yang menganjak ke usia senja, mulai mundur dari kehidupan duniawi dan beralih untuk meningkatkan kehidupan spiritual agamanya untuk lebih bertaqwa kepada Yang Maha Esa. menyikirkan hawa nafsu yang negatif dari dalam hati dan pikiran.

Foto By intanpari.com


Ciri dari tembang pangkur adalah memiliki 7 larik kalimat dalam setiap tembangnya mempunyai Guru Gatra : 7, mempunyai guru Wilangan 8, 11, 8, 7, 12, 8, 8 yanga artinya didalam tembang bait pertama atau kalaimat pertama mempunyai 8 suku kata, kalimat kedua 11 suku kata, kalimat ketiga 8 suku kata, kalimat keempat 7 suku kata, kalimat ke lima 12 suku kata, kalimat keenam 8 suku kata dan kalimat terakhir ketuju mempunyai 8 suku kata ( Arti dari suku kata adalah ucapan paling kecil yang membentuk ucapan Contoh sekar Pangkur kang winarno ini mempunyai 8 suku kata bagaimana mengetahuinya bisa dihitung dari pengucapan terkecil  (1)Se-(2)kar  (3)Pang-(4)kur (5)Kang (6)Wi-(7)nar-(8)na

Dan berikut dibawah ini adalah beberapa contoh tembang pangkur biasanya di tembangnkan dan artinya

Sekar Pangkur kang Winarna,Tembang Pangkur yang diceritakan,
Lelabuhan kang kangge wong aurip,Pengabdian yang berguna untuk orang hidup,
Ala lan becik punika,Jelek dan baik itu,
Prayoga kawruhana,Sebaiknya kamu ketahui,
Adat waton punika dipun kadulu,Adat istiadat itu hendaknya dilaksanakan,
Miwah ingkang tatakrama,Juga yang berupa tata krama,
Den kaesthi siyang ratri, Dilaksanakan siang dan malam.

----------------------

(KGPA. Mangkunagara IV, Wedhatama)
Mingkar-mingkuring angkara,Disingkur oleh angkara,
Akarana karenan mardi siwi,Oleh karena puas dengan anak didik,
Sinawung resmining kidung,Dihiasi nyanyian yang resmi,
Sinuba sinukarta,Disambut diselamatkan,
Mrih kertarto, pakartining ngelmu luhung,Agar selamat, budi pekerti ilmu luhur,
Kang tumrap neng tanah Jawi,Bagi orang tanah Jawa,
Agama-ageming aji.Agama dijadikan pedoman senjata untuk hidup.

-------------------------

Kadiparan karsanira,Seperti tempat yang diinginkan,
Andikane panembahan ing Giri,Perkataan Panembahan Giri,
Mung yayi kalawan ingsun,Hanya adik dengan ingsun (kamu),
Kang tumaraping nawala,Yang datang di hutan,
Kinen milih wadhah lawan isinipun,Disuruh memilih wadahnya atau isinya,
Pundhi ta ingkang kinarsan,Uanglah yang diinginkan,
Yayi miliha kariyin.Adik milihlah terlebih dahulu.


------------------------

(Mangkunegara IV, Wedhatama)
Tan samar pamoring suksma,Tidak ragu pamor dari suksma,
Sinukmaya winahya ing asepi,Menerima wahyu di tempat yang sepi,
Sinimpen telenging kalbu,Disimpan di dalam kalbu,
Pambukaning marana,Pembukaannya dengan kedatangan,
Tarten saking liyip-layaping ngaluyup,Dari mata setengah terpejam,
Pindha pesating supena,Seperti kecepatan mimpi,
Sumusuping rahsa jati.Masuknya rasa sejati.

-----------------------------

(Rangga Warsita, Serat Rama Jarwa)
Wewolu sariranira,Kedelapan salira dia,
Yekti nora kena sira ngoncati,Sesungguhnya tidak boleh dilompati,
Salah siji sking wolu,Salah satu dari delapan,
Cacad karatonira,Cacat keratonnya,
Yen tinggala salah siji saking wolu,Kalau meninggalkan salah satu dari delapan,
Kang dhihin Bathara Endra,Yang pertama Bathara Endra,
Bathara Surya ping kalih.Yang kedua Bathara Surya.


--------------------------

(Rangga Warsita, Serat Rama Jarwa)
Bayu ingkang kaping tiga,Yang ketiga adalah Bayu,
Kuwera kang sekawanipun nenggih,Yang keempat adalah Kuwera,
Baruna kalimanipun,Yang kelima adalah Baruna,
Yama Candra lan Brama,Yang keenam Yama ketujuh Candra kedelapan Brama,
Jangkep wolu den pasthi mangka ing prabu,Genap delapan itu pasti sang Prabu,
Anggenira ngastha brata, sayekti ing narapati.Yang dilakukan tapa brata, benar-benar menjadi seorang raja.


--------------------------


Uripe sapisan rusak,Hidup sekali rusak
Nora mulur nalare ting saluwir, Tidak berkembang akalnya berantakan,
Kadi ta guwa kang sirung, Seperti gua gelap yang angker,
Sinerang ing maruta, Diterjang angin,
Gumarenggeng anggereng anggung gumrunggung, Bergemuruh bergema tanpa makna
Pindha padhane si mudha, Seperti itulah anak muda kurang ilmu,
Prandene paksa kumaki. Namun sangat angkuh.


------------------------

Jinejer ing Wedhatama, Tersaji dalam serat Wedhatama,
Mrih tan kemba kembenganing pambudi, Agar jangan miskin budi pekerti,
Mangka nadyan tuwa pikun, Padahal meskipun tua dan pikun,
Yen tan mikani rasa, bila tak memahami rasa,
Yekti sepi sepa lir sepah asamun, Tentu sangat kosong dan hambar seperti ampas buangan,
Samasane pakumpulan, Ketika dalam pergaulan,
Gonyak-ganyuk nglelingsemi. Terlihat bodoh memalukan


----------------------------


Nggugu karsane priyangga, Menuruti kemauan sendiri,
Nora nganggo peparah lamun angling, Tanpa tujuan jika berbicara,
Lumuh ingaran balilu, Tak mau dikatakan bodoh,
Uger guru aleman, Seolah pandai agar dipuji,
Nanging janma ingkang wus waspadeng semu, Namun manusia yang telah mengetahui akan gelagatnya, 
Sinamun samudana, Malah merendahkan diri,
Sesadoning adu manis. Menanggapi semuanya dengan baik.


-----------------------------

Mangkono ilmu kang nyata, Begitulah ilmu yang benar
Sanyatane mung we reseping ati, Sejatinya hanya untuk menentramkan hati
Bungah ingaran cubluk, Senang jika dianggap bodoh
Sukeng tyas yen den ina, Bahagia dihati bila dihina
Nora kaya si punggung anggung gumunggung, Tak seperti Si bodoh yang haus pujian
Ugungan sadina dina, Ingin dipuji tiap hari
Aja mangkono wong urip. Jangan seperti itu manusia hidup






Belum ada Komentar untuk "10 Tembang Mocopat Pangkur Paling Populer dan Artinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel atas

Iklan dalam artikel

Iklan Bawah Artikel