Contoh Tembang dan Arti Tembang Mocopat Dhandhanggula

Dhandhanggula Merupakan salah satu dari 11 tembang mocopat yang harus kita ketahui. sebelumnya sudah kita share beberapa tembang mocopat lainya seperti Sinom, Gambuh Pocung, dll. Nah kali ini website Intanpari.com ingin berbagi tentang arti dan contoh tembang mocopat dhandhanggula yang sudah diambil dari berbagai sumber. 



Maksut dan arti dari tembang Dhandhanggula

Dhandhanggula diciptakan untuk menceritakan angan-angan  atau cita cita yang indah msayarakat jawa pada jaman dulu, sebelumnya Dhandhanggula berasal dari kata  atau bahasa jawa Gegadhangan yang mempunyai arti cita-cita atau angan-angan

Dalam Versi lainya Tembang Mochopat Dhandanggula berasal dari penggabungan kata "Dhandang" yang merupakan Burung gagak sebagai lambang duka serta "Gula" yang melambangkan manis. digabung dan diartikan sebagai suk dan duka perjalanan hidup dalam mencapai angan-angan dan cita-cita



Ciri -Ciri Tembang Dhandhanggula memiliki


1. Guru Wilangan: : 10-10-8-7-9-7-6-8-12-7 ( Angka Disamping Menunjukan setiap kalimat/larik  tembang mempunyai beberapa suku kata) artinya guru wilanganan adalan : Jumlah suku kata yang terdapat dalam setiap larik / kalimat  tembang

2. Guru Gatra : 10 artinya Setiap bait tembang ada 10 larik atau baris kalimat 

3. Guru Gatra artinya : Jumlah kalimat/larik yang terdapat dalam setiap bait tembang 

4. Guru Lagu : i, a, e, u, i, a , u, a, i, a artinay dalam setiap Huruf Vokal dalam setiap baris.larik kalimat


Contoh tembang mocopat dhandhanggula


Tembang Pertama


Yogyanira kang para prajurit,Sepantasnya para prajurit
Lamun bisa samiyo anuladha, Hendaknya bisa mencontoh
Duk ing nguni caritane, Seperti cerita zaman dahulu
Andelira sang Prabu, Kepercayaan Sang Prabu
Sasrabau ing Maespati, Sasrabau di Maespati
Aran Patih Suwanda, Bernama Patih Suwondo
Lelabuhanipun, Lelabuhannya
Kang ginelung tri prakara, Yang dibingkai tiga perkara
Guna kaya purun ingkang den antepi, Berguna seperti mau dipegang teguh 
Nuhoni trah utama ,Meniru keluarga utama


Tembang Kedua

Hang tekan kadhatone sami,Hilang sampai kerajaan semua,
Nuli rusak iya nungsa Jawa,Kemudian rusak karena orang Jawa,
Nora karuwan tatane,Tidak karuwan adatnya,
Pra nayaka sadarum,Para abdi dalem semua,
Miwah manca negara sami,Juga negara tetangga,
Pada sowang-sowangan,Pada silaturahmi,
Mangkana Winuwua,Begitu katanya,
Mangka Allahu tangala,Kemudian Allah S.W.T.
Anjenengken Sang Ratu Asmara kingkin, Menamakan Sang Ratu Asmara Kingkin,
Bagus maksih taruna.Cakap masih muda.

Posting Komentar untuk "Contoh Tembang dan Arti Tembang Mocopat Dhandhanggula"