Ukara Tanggap dalam Bahasa Jawa (Kalimat Pasif) dan Contohnya
Ukara tanggap dalam bahasa Indonesia disebut sebagai kalimat pasif. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya tidak melakukan tindakan, melainkan menerima suatu tindakan atau pemberian.
Ciri-ciri kalimat pasif dalam bahasa Indonesia biasanya menggunakan imbuhan di-, ter-, ke-an, dan ter-an.
Pengertian Ukara Tanggap
Sesuai dengan judul sinau ukara tanggap, dalam pelajaran bahasa Jawa ukara tanggap adalah kalimat yang memiliki predikat (wasesa) berupa kata kerja (tembung kriya).
Ukara tanggap yaiku ukara sing jejere dikenani pakaryan, tegese subjek ing ukara kasebut dadi sasaran tumindak, dudu minangka pelaku.
Ciri-Ciri Ukara Tanggap
Berikut ciri-ciri ukara tanggap utawa titikane ukara tanggap:
-
Wasesane ngganggo tembung kriya tanggap
(Predikatnya menggunakan kata kerja pasif) -
Jejere dadi sasaran diwenehi utawa dikenani pakaryan
(Subjeknya menjadi sasaran, diberi, atau dikenai pekerjaan) -
Nganggo ater-ater tripurusa:
- dak- / tak-
- kok-
- di-
Ukara tanggap yaiku ukara sing jejere dikenani pakaryan lan nganggo ater-ater tripurusa dak-/tak-, kok-, di-.
Contoh Ukara Tanggap
Berikut contoh ukara tanggap beserta artinya dalam bahasa Indonesia:
- Wedange digawe ibu
Minumnya dibuat ibu - Motore digowo bapak
Motornya dibawa bapak - Kopine dakombe
Kopinya saya minum - Gedhange digoreng bulek
Pisangnya digoreng bulek - Jawabane taktulis
Jawabannya saya tulis - Latare taksapu resik
Halamannya saya sapu bersih - Dalane wis diaspal
Jalannya sudah diaspal - Kertase disuwek adik
Kertasnya disobek adik - Sambele diuleg ibu
Sambalnya diulek ibu - Bukune takgowo mulih
Bukunya saya bawa pulang - Motore dituku Sulis
Motornya dibeli Sulis - Kolame dipancing uwong
Kolamnya dipancing orang - Alate takgawone
Alatnya saya bawakan - Mulihe dakgoncengne
Pulangnya saya boncengkan - Tempene diiris tipis
Tempenya diiris tipis
Penutup
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa ukara tanggap merupakan bentuk kalimat pasif dalam bahasa Jawa, yang ditandai dengan subjek sebagai penerima tindakan dan penggunaan ater-ater tripurusa seperti dak-, tak-, kok-, dan di-.
Dengan memahami ukara tanggap, pembelajar bahasa Jawa dapat lebih mudah membedakan antara ukara aktif dan ukara pasif serta menggunakannya dalam percakapan maupun tulisan.

Posting Komentar untuk "Ukara Tanggap dalam Bahasa Jawa (Kalimat Pasif) dan Contohnya"