Ketika Kesetiaan Dipertanyakan Cantiknya Lekuk Tubuh Itu Haruskah Kamu Unggah Demi Sederet Puji dan Perhatian

Pagi ini, seperti biasa, aku membersihkan rumah dan membereskan sisa-sisa sarapan yang cukup berantakan di meja makan. Sepuluh menit yang lalu, meja ini begitu ramai. Meskipun cuma ada aku, suami, serta anak semata wayang yang baru menginjak umur sepuluh, namun itu sudah cukup membuat rumah ini bergairah. Gairah untuk tertawa, pun memperdalam cinta.

pexels.com

Sekarang mereka berdua sibuk dengan apa yang harus mereka lakukan, bekerja dan sekolah. Dan setelah semua kewajibanku pagi ini selesai, aku melirik smartphone yang tergeletak di atas sofa. Aku buka dan ternyata ada cukup banyak notifikasi. Beberapa teman menandaiku untuk status-status mereka, sedangkan beberapa notifikasi yang lain tak cukup membuatku tertarik untuk membukanya.

Kesetiaan tabu pada sebuah foto selfie

Baru sekian menit memainkan jari, usapanku terhenti pada foto selfie seorang perempuan cantik. Itu adalah salah satu teman sekolahku dulu. Foto setengah badan itu jelas sekali memperlihatkan kedua lengannya yang putih, belahan dada yang cukup dalam, dan ya.. senyum menggoda serta kedipan mata yang seakan ingin merayu siapapun yang melihatnya. Itu pun masih ditambah caption yang memaksa semua pria untuk berkomentar nakal, "Mumpung suami lagi pergi, selfie dulu ah! Cantik nggak sih?"

pexels.com

Dalah hatiku, inikah temanku sekarang? Seperti inikah yang banyak dilakukan para istri di media sosial? Dan perempuan-peremuan cantik kebanyakan? Untungnya, aku sama sekali belum pernah dan tak ingin melakukannya. Hanya saja, aku khawatir dengan apa yang mereka lakukan. Ketika mereka menikmati komentar yang terus berdatangan, saat itu juga mereka sedang menggerogoti kesetiaaan pada suami atau orang tercinta, sebenarnya.

Sebenarnya apa yang kamu mau?

Aku tidak akan menyinggung tentang iman seseorang. Ini murni tentang cinta, dan setia yang terlanjur diucapkan. Di luar sana, banyak sekali perempuan yang cemburu melihat pacarnya memperhatikan perempuan lain. Tersinggung ketika melihat suaminya sekadar menyapa istri tetangga. Dan menjadi masalah besar ketika pasangannya menerima pesan atau telepon mencurigakan.

pexels.com
Namun di luar sana, terlalu banyak perempuan yang memamerkan setiap jengkal kecantikannya. Bahkan dengan atau tanpa alasan, mereka melakukan itu hampir setiap hari. Jangan tanya apa reaksi pria-pria yang menjadi pasangan mereka. Tanyakan saja pada setiap perempuan cantik itu, "apa sih maumu?"


Pujian?

Pujian mana yang lebih menenteramkan hati dari rayuan pria kesayanganmu? Tidak ada. Mereka --puluhan pria yang memujimu itu-- adalah orang-orang yang hanya menikmati kecantikanmu, lekuk tubuhmu. Mereka adalah orang-orang yang akan menolak ketika ditantang untuk menghidupimu dengan tulus. Di sisi lain, coba lihat pria yang sedang memperjuangkan hidupmu itu. Dia memujimu di setiap langkah kakinya meskipun, kamu tidak pernah mendengarnya. Pada titik ini kamu akan mengerti bahwa, pujian paling jujur adalah yang tak pernah terucapkan.

pexels.com

Perhatian?

Kamu sudah lebih dari mendapatkan itu. Pria yang sedang dan akan selalu mencintaimu itu, setiap detik berjuang untuk membahagiakanmu. Setiap kali dia pergi meninggalkanmu, saat itu juga dia sedang memeras keringat demi memastikan kamu tetap yakin dengan cintanya. Mungkin dia memang memberi sedikit waktu untukmu, namun itulah satu-satunya cara yang bisa dia lakukan untuk terus memilikimu.

pexels.com

Gairah itu hanya untuknya, pria terbaikmu

Jadi berubahlah. Apa yang kamu lakukan itu sudah cukup untuk membuat pria terbaikmu meragukan kesetiaanmu. Membencimu. Apa yang kamu lakukan itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya menangis meskipun, dia tidak pernah bisa meneteskan air mata. Mungkin kamu pernah dibuat kesal dengan apa yang pernah dia perbuat, namun dia juga punya hak yang sama ketika kamu mempersilahkan pria-pria lain bahagia dengan foto yang kamu sebar.

pexels.com

Dia benar-benar mempercayaimu menjadi pendamping hidupnya. Jadi mengapa kamu harus melakukan hal yang akan membuatnya ragu? Simpan baik-baik kecantikanmu itu hanya untuknya. Simpan baik-baik kata-kata nakalmu sampai dia kembali menemuimu. Dan lekuk tubuhmu yang menggoda itu, adalah hal paling bergairah yang hanya kamu persiapkan untuknya. Seharusnya.

"Seharusnya, kamu memahami arti dari apa dan bagaimana menjaga cinta setelah menyelesaikan tulisan ini."


Penulis : Amanes Marsoum

Belum ada Komentar untuk "Ketika Kesetiaan Dipertanyakan Cantiknya Lekuk Tubuh Itu Haruskah Kamu Unggah Demi Sederet Puji dan Perhatian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel atas

Iklan dalam artikel

Iklan Bawah Artikel